Dia mengungkapkan jarak dari sejumlah wilayah menuju Polres biasanya memakan waktu berjam-jam. Bahkan, dari pulau terjauh, warga harus menempuh perjalanan hingga enam jam untuk mengakses layanan di Polres.
Dalam pelaksanaan program SIGAP Goes To School, Aipda Frits biasanya lebih dulu berkoordinasi intensif dengan pihak sekolah. Komunikasi dilakukan untuk menentukan waktu yang tepat agar kegiatan perekaman sidik jari dapat berjalan lancar.
“Kita koordinasi dengan mereka mengenai waktunya dan kita juga sampaikan visi dan misi kita juga dalam melakukan program ini. Kita sampaikan ke mereka. Jadi, ketika kita mau turun lapangan ke pengambilan sidik jari memang pihak sekolah juga sangat mendukung,” kata Frits.
Sejak 2024 lalu, sudah ada tujuh sekolah yang berhasil dijangkau tim Polres Kepulauan Sitaro. Adapun jumlah siswa yang ikut dalam kegiatan itu mencapai 1.200 orang.
“Kalau untuk sekolah udah banyak. Di wilayah kabupaten kita hampir semua sudah terjangkau,” kata Aipda Frits.
Dia bersyukur program yang dijalankannya itu mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Aipda Frits berharap kegiatan SIGAP Goes To School selanjutnya bisa terus menjangkau para pelajar di seluruh titik Kepulauan Sitaro.
“Jadi respons dari masyarakat sangat antusias. Karena apalagi masyarakat yang di daerah-daerah kepulauan terpencil, yang di daerah-daerah terpencil mereka sangat apresiasi untuk program Polri khususnya ini,” imbuhnya.






