Awal Mula Program SIGAP Goes To School
Aipda Frits menceritakan awalnya saat ditugaskan menjadi Kaur Identifikasi, dia berpikir mengenai terobosan program yang akan dilakukan. Dia melihat selama ini masyarakat susah untuk mendapatkan pelayanan sidik jari sebab jarak yang jauh dan antre tunggu yang cukup lama.
“Banyak juga masyarakat mengeluh, ‘Pak, bisa nggak kira-kira ada program supaya kita bisa di kecamatan atau di kampung bisa datang?’ Bisa datang supaya kami bisa dilayani, tidak mengantre-antre panjang begitu, Pak,” kata Aipda Frits menceritakan percakapannya dengan warga.
Atas kondisi tersebut, dia pun mengusulkan program SIGAP Goes To School kepada Kapolres Kepulauan Sitaro. Pimpinannya itu mendukung langkah yang dilakukan Aipda Frits.
“Jadi supaya masyarakat… untuk pentingnya itu karena saya melihat pertama memangkas waktu masyarakat, apalagi anak sekolah,” ujar dia.
Selain waktu, kata Frits, masyarakat juga harus mengeluarkan biaya untuk perjalanan menuju tempat perekaman sidik jari. Dengan adanya program jemput bola itu, masyarakat bisa terlayani maksimal tanpa perlu menghabiskan waktu banyak.
“Jadi kalau kita turun langsung setidaknya kita bisa membantu mereka, baru mereka juga misalnya dalam apa namanya pelayanan kita bisa maksimal,” imbuh dia.






