Dihubungi terpisah, Aipda Frits menceritakan awal mula dirinya menggagas program SIGAP Goes To School. Kegiatan yang telah digelar sejak 2024 tersebut dilaksanakan karena database sidik jari di Kepulauan Sitaro masih kurang.
“Jadi kita mengadakan salah satu programnya itu untuk menambah database-nya itu lewat program Sidik Jari Goes To School. Jadi kita ke daerah-daerah terpencil, Bang. Karena banyak daerah-daerah terpencil di daerah kita itu kan daerah kepulauan. Jadi sulit dijangkau. Jadi kita berinisiatif, kami langsung turun ke lokasi sekolah-sekolah, kita menjaring ke sekolah-sekolah untuk pengambilan sidik jari,” kata Aipda Frits.
Aipda Frits mengatakan perekaman sidik jari ini mempunyai berbagai macam manfaat bagi para pelajar. Salah satunya digunakan saat para pelajar ingin mendaftar TNI dan Polri selepas lulus SMA.
“Jadi kita mendatangi mereka sehingga dengan program ini mereka juga bisa terbantu,” ujar Aipda Frits.
Dia mengatakan perekaman sidik jari juga berguna dalam proses investigasi perkara dan pengusutan pelaku kejahatan. Di samping itu, jika ada penemuan mayat, identifikasi sidik jari juga akan berperan penting.
“Jadi ketika kita memiliki database di dalam sistem kita, kita akan dengan mudah mengungkap,” imbuh dia.






