35.8 C
Sintang
Selasa, 11 Agustus 2026

Polres Sintang Cek Delapan Titik Hotspot, Dua Titik Karhutla Dipadamkan

Polres Sintang bersama jajaran akan terus meningkatkan deteksi dini, ground check, patroli, dan koordinasi dengan masyarakat maupun instansi terkait.

Baca juga

Sintang – Polres Sintang melalui jajaran Polsek Ketungau Hilir dan Polsek Ambalau bergerak cepat menindaklanjuti informasi delapan titik hotspot yang terdeteksi di wilayah masing-masing, Senin (10/8/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Di Kecamatan Ketungau Hilir, personel Polsek Ketungau Hilir melakukan ground check terhadap dua titik hotspot di Desa Setungkup sekitar pukul 01.30 WIB. Titik tersebut terdeteksi melalui pemantauan satelit NASA-NOAA2 dengan tingkat kepercayaan menengah.

Hasil pengecekan menunjukkan adanya lahan terbakar dengan luas sekitar 0,5 hektare dan 0,6 hektare. Setibanya di lokasi, personel bersama masyarakat langsung melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas. Lahan yang terbakar berupa tanah mineral gambut dengan vegetasi semak-semak dan berada jauh dari permukiman. Pemilik lahan belum diketahui.

Sementara itu, Polsek Ambalau bersama unsur TNI melakukan ground check terhadap enam titik hotspot yang tersebar di Desa Dahta Bunga, Nanga Menakon, Nanga Ukai, Sungai Tambun, dan Tanjung Andan. Pengecekan dilakukan mulai pukul 09.00 WIB dengan menindaklanjuti data hotspot dari BMKG Kalimantan Barat yang terdeteksi melalui satelit SNPP dengan tingkat kepercayaan medium.

Dari hasil pengecekan, ditemukan lahan bekas terbakar dengan total luas sekitar 5,5 hektare. Rinciannya, sekitar 1 hektare di Desa Dahta Bunga, 0,6 hektare di Desa Nanga Menakon, 1,1 hektare dan 0,8 hektare di dua titik Desa Nanga Ukai, serta masing-masing sekitar 1 hektare di Desa Sungai Tambun dan Desa Tanjung Andan.

Seluruh titik yang dicek berada di lahan mineral dengan vegetasi semak-semak dan jauh dari permukiman. Saat petugas tiba, seluruh api telah padam dan pemilik lahan belum diketahui.

Kapolres Sintang AKBP Budi Hartono Sutrisno mengatakan respons cepat terhadap informasi hotspot merupakan bagian penting dalam mencegah karhutla berkembang lebih luas.

“Setiap informasi hotspot harus segera ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung. Kecepatan personel dalam memastikan kondisi di lapangan sangat penting, terutama ketika ditemukan titik api yang masih berpotensi meluas,” ujar Kapolres.

Selain melakukan pengecekan dan pemadaman, personel juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta mengutamakan pencegahan dan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.

Polres Sintang bersama jajaran akan terus meningkatkan deteksi dini, ground check, patroli, dan koordinasi dengan masyarakat maupun instansi terkait. Masyarakat juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran lebih luas. (*)

EditorYr
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Berita Terbaru

Kapolres Sintang dan Bhayangkari Bagikan Bendera Merah Putih

Sintang – Dalam rangka menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Polres Sintang bersama Bhayangkari Cabang Sintang membagikan bendera Merah Putih...
spot_img

Berita Serupa

spot_img