Sintang – Polres Sintang melalui jajaran Polsek terus meningkatkan deteksi dini dan respons cepat terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Pengecekan sejumlah titik hotspot dilakukan di Kecamatan Ketungau Hilir, Ketungau Hulu, dan Kayan Hulu pada Senin (24/8/2026).
Di Kecamatan Ketungau Hilir, personel Polsek Ketungau Hilir melakukan pengecekan satu titik hotspot di Desa Betung Permai, Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Titik tersebut terdeteksi melalui satelit AQUA dengan tingkat kepercayaan medium. Hasil pengecekan menunjukkan adanya lahan bekas terbakar dengan luas sekitar 0,6 hektare. Saat petugas tiba, api telah padam.
Sementara itu, Polsek Ketungau Hulu bersama personel TNI melakukan ground check terhadap dua titik hotspot di Desa Lubuk Pantak dan Desa Sekaih. Kedua titik terdeteksi melalui satelit TERRA dan AQUA dengan tingkat kepercayaan high. Hasil pengecekan menunjukkan adanya lahan bekas terbakar dengan kondisi api telah padam dan tidak ditemukan kobaran api aktif.
Selanjutnya, Polsek Kayan Hulu melakukan pengecekan terhadap tiga titik hotspot di Desa Tanjung Lalau, Kecamatan Kayan Hulu, Senin (24/8/2026). Pengecekan dilakukan dengan mendatangi langsung titik koordinat yang terdeteksi melalui pemantauan satelit NASA.
Petugas menemukan adanya titik api atau lahan bekas terbakar. Namun, saat dilakukan pengecekan, api telah padam. Personel juga berkoordinasi dengan pihak desa dan memastikan tidak terdapat warga yang sedang melakukan aktivitas pembakaran lahan di lokasi tersebut.
Dalam seluruh kegiatan tersebut, personel melakukan verifikasi kondisi lahan dan penyisiran di sekitar titik hotspot untuk memastikan tidak terdapat api aktif yang berpotensi meluas. Medan menuju sejumlah lokasi juga cukup sulit sehingga membutuhkan waktu dan upaya lebih dari personel untuk mencapai titik yang terdeteksi.
Selain pengecekan, personel Polsek memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Masyarakat juga diingatkan pentingnya menerapkan sistem pembakaran yang terbatas dan terkendali serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Kapolres Sintang AKBP Budi Hartono Sutrisno menegaskan bahwa setiap informasi hotspot harus segera ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung di lapangan.
“Deteksi dini dan respons cepat sangat penting dalam mencegah Karhutla meluas. Kami terus mendorong seluruh jajaran untuk segera melakukan pengecekan setiap informasi hotspot serta berkoordinasi dengan TNI, pemerintah desa dan masyarakat,” ujar Kapolres.
Polres Sintang juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla serta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.






