Sintang – Pemerintah Kabupaten Sintang bersama TNI-Polri, BPBD, BMKG, Manggala Agni, Damkar dan sejumlah instansi terkait menggelar Apel Siaga Gelar Pasukan serta Gelar Sarana dan Prasarana (Sarpras) Siaga Darurat Bencana Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Rabu (12/8/2026).
Kegiatan dilaksanakan sekitar pukul 08.00 WIB di Halaman Makodim 1205/Sintang dan dihadiri Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala, Kapolres Sintang AKBP Budi Hartono Sutrisno, Dandim 1205/Sintang Letkol Arm Anggit Wijaksono, Kepala BPBD Sintang Kusnidar, serta unsur TNI-Polri dan instansi terkait lainnya.
Apel tersebut menjadi langkah kesiapsiagaan menghadapi meningkatnya potensi hotspot dan Karhutla selama musim kemarau. Kesiapan personel, sarana prasarana, koordinasi lintas sektor dan kemampuan respons cepat menjadi perhatian utama dalam kegiatan tersebut.
Dalam amanatnya, disampaikan bahwa Karhutla bukan sekadar ancaman tahunan, tetapi dapat berdampak langsung terhadap keselamatan, kesehatan masyarakat, perekonomian dan lingkungan hidup.
Pencegahan dan deteksi dini menjadi salah satu langkah penting dalam menghadapi Karhutla. Pemantauan titik panas melalui teknologi satelit perlu diperkuat dengan patroli darat di kawasan yang memiliki potensi terjadinya kebakaran.
Selain itu, sinergitas antarinstansi juga menjadi kunci dalam penanganan Karhutla. TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Damkar, pemerintah daerah, masyarakat hingga pihak swasta diharapkan dapat bergerak secara terpadu dalam menghadapi setiap potensi kebakaran.
Pendekatan persuasif kepada masyarakat juga terus dilakukan melalui edukasi agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Namun, terhadap pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran dan membahayakan keselamatan masyarakat, penegakan hukum akan dilakukan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
Kapolres Sintang AKBP Budi Hartono Sutrisno menegaskan pentingnya kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi potensi Karhutla di wilayah Kabupaten Sintang.
Kesiapan sarana prasarana, jalur komunikasi antarposko serta koordinasi di lapangan diharapkan dapat memastikan setiap kejadian Karhutla dapat ditangani dengan cepat sebelum api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Melalui apel siaga tersebut, seluruh unsur terkait diharapkan semakin siap dalam melakukan pencegahan, deteksi dini, pemadaman dan penanganan Karhutla secara terpadu guna menjaga keselamatan masyarakat serta kualitas lingkungan di Kabupaten Sintang. (*)






