Sintang – Polres Sintang melalui jajaran Polsek terus meningkatkan upaya deteksi dini dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan melakukan pengecekan langsung terhadap setiap titik hotspot yang terpantau di wilayah Kabupaten Sintang.
Pada Kamis (20/8/2026), pengecekan dilakukan secara serentak oleh Polsek Ketungau Hilir, Polsek Ketungau Hulu dan Polsek Ketungau Tengah terhadap total 14 titik hotspot yang terdeteksi melalui pemantauan satelit.
Di wilayah Kecamatan Ketungau Hilir, personel Polsek melakukan pengecekan terhadap lima titik hotspot yang terdeteksi melalui satelit NASA-NOAA20 dengan tingkat kepercayaan medium. Titik tersebut tersebar di Desa Nanga Merkak, Desa Setungkup dan Desa Batu Nya.
Hasil ground check menunjukkan adanya lahan yang sebelumnya terbakar dengan kondisi api telah padam. Petugas juga tidak menemukan titik api aktif yang berpotensi meluas. Pemilik lahan pada lokasi yang diperiksa belum diketahui.
Sementara itu, Polsek Ketungau Hulu melakukan pengecekan terhadap empat titik hotspot yang terpantau melalui satelit AQUA dan SNPP dengan tingkat kepercayaan high. Tiga titik berada di Desa Suak Medang dan satu titik di Desa Jasa.
Personel melakukan penyisiran hingga radius sekitar satu kilometer dari titik koordinat. Hasilnya ditemukan lahan semak belukar yang sebelumnya terbakar, namun seluruh titik api telah padam dan tidak ditemukan api aktif.
Pengecekan juga dilakukan oleh Polsek Ketungau Tengah bersama personel Koramil terhadap lima titik hotspot yang terpantau melalui aplikasi Lancang Kuning berdasarkan satelit NASA-SNPP dengan tingkat kepercayaan medium.
Kelima titik tersebut berada di Desa Panding Jaya, Desa Gut Jaya Bhakti dan Desa Mungguk Gelombang. Untuk mencapai lokasi, petugas harus menempuh perjalanan sekitar satu jam menggunakan kendaraan roda dua. Kondisi wilayah yang minim jaringan telekomunikasi dan belum terjangkau listrik menjadi salah satu tantangan dalam proses ground check.
Dari hasil pengecekan, seluruh lokasi merupakan lahan dengan vegetasi semak belukar yang sebelumnya terbakar. Saat petugas tiba, seluruh titik api telah padam dan tidak ditemukan adanya api aktif.
Selain melakukan verifikasi lapangan, personel dari ketiga Polsek juga memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Masyarakat juga diingatkan mengenai pentingnya penerapan sistem pembakaran secara terbatas dan terkendali sesuai ketentuan.
Kapolres Sintang AKBP Budi Hartono Sutrisno menegaskan bahwa pengecekan hotspot secara langsung merupakan bagian penting dari upaya deteksi dini dan pencegahan Karhutla.
“Setiap informasi hotspot harus segera ditindaklanjuti dengan pengecekan di lapangan. Langkah ini penting untuk memastikan kondisi sebenarnya sekaligus mencegah apabila masih terdapat potensi api yang dapat berkembang dan meluas,” ujar Kapolres.
Kapolres juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, terutama pada kondisi cuaca yang berisiko.
Polres Sintang bersama jajaran dan instansi terkait akan terus memperkuat patroli, pemantauan hotspot, ground check serta edukasi kepada masyarakat sebagai langkah preventif dalam mencegah terjadinya Karhutla di wilayah Kabupaten Sintang.






