Sintang – Tim Sekolah Pengembangan Profesi Kepolisian (SPPK) Lemdiklat Polri menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Strategi Pencegahan Karhutla Berbasis Partisipasi Masyarakat” dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Profesi (KKP) Peserta Didik SPPK Angkatan ke-4 Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan tersebut menjadi wadah kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, tokoh masyarakat, unsur adat, akademisi dan mahasiswa untuk membahas strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Sintang.
FGD menghadirkan berbagai unsur terkait, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, Manggala Agni, BPBD, Basarnas, BMKG, Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, pemerintah kelurahan dan desa, hingga organisasi masyarakat adat.
Selain itu, sejumlah perguruan tinggi di Kabupaten Sintang turut dilibatkan melalui perwakilan mahasiswa dari Universitas Kapuas Sintang, STKIP Bumi Persada Khatulistiwa, Universitas Muhammadiyah Sintang, STAI Ma’arif Sintang, dan STIKARA Sintang.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam membangun perspektif bersama mengenai penanganan Karhutla. Pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat sejak tahap deteksi dini, edukasi, hingga penanganan ketika terjadi kebakaran.
Dalam forum tersebut, peserta dapat menyampaikan kondisi, pengalaman, kendala, serta masukan berdasarkan karakteristik wilayah masing-masing. Berbagai persoalan seperti kondisi musim kemarau, akses menuju lokasi kebakaran, ketersediaan sarana dan prasarana, sumber air, serta kesadaran masyarakat menjadi bagian dari pembahasan.
Tim SPPK Lemdiklat Polri mendorong agar partisipasi masyarakat semakin diperkuat melalui peningkatan edukasi, pemberdayaan masyarakat, penguatan komunikasi antara aparat dan warga, serta optimalisasi peran berbagai pihak dalam melakukan pencegahan Karhutla.
Melalui FGD ini, diharapkan terbentuk strategi pencegahan Karhutla yang lebih komprehensif dan berbasis kondisi nyata di lapangan. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, instansi teknis, masyarakat, tokoh adat, akademisi dan generasi muda menjadi modal penting dalam menghadapi ancaman Karhutla di Kabupaten Sintang.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan KKP Peserta Didik SPPK Lemdiklat Polri dalam mengimplementasikan pengetahuan dan kemampuan yang diperoleh selama pendidikan melalui kontribusi nyata di tengah masyarakat.






