Sintang – Di bawah langit Sintang yang terik membiru, langkah-langkah penuh semangat tampak menyatu di Jalan Pangeran Kuning. Bukan sekadar aktivitas biasa, pagi itu menjadi saksi bergeraknya sebuah aksi nyata: Gerakan Seribu Lobang Untuk Sintang.
Diprakarsai oleh Kapolres Sintang, AKBP Sanny Handityo, jajaran Polres Sintang turun langsung ke lapangan bersama masyarakat. Kegiatan ini juga melibatkan komunitas penggerak Gerakan Seribu Lobang untuk Sintang, yakni kelompok masyarakat yang secara khusus memiliki kepedulian terhadap kondisi jalan berlubang dan aktif melakukan upaya perbaikan secara mandiri.
Dengan membawa semen sebagai bentuk bantuan awal, mereka tidak menunggu perubahan—mereka menciptakannya.
Aspal yang selama ini berlubang, yang kerap menjadi ancaman bagi pengendara, perlahan ditambal dengan kerja keras dan kebersamaan. Personel Polres Sintang bersama anggota komunitas tampak bahu-membahu, mengaduk campuran semen dan pasir secara manual sebelum kemudian menambal sejumlah lubang yang tersebar di sepanjang ruas jalan tersebut.
Tidak ada sekat antara aparat dan masyarakat. Tangan-tangan yang bekerja dipenuhi adukan semen, namun menyimpan semangat gotong royong yang kuat. Setiap lubang yang tertutup bukan hanya memperbaiki jalan, tetapi juga menambal harapan akan Sintang yang lebih baik.
Kapolres Sintang, AKBP Sanny Handityo, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kondisi infrastruktur yang langsung dirasakan masyarakat.
“Kami ingin hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam kegiatan sosial yang memberi manfaat nyata. Melalui Gerakan Seribu Lobang ini, kami berharap dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan sekaligus mempererat kebersamaan antara Polri dan masyarakat,” ujarnya.
Gerakan ini bukan sekadar aksi fisik, melainkan simbol kepedulian. Bahwa perubahan tidak selalu harus menunggu kebijakan besar—cukup dimulai dari langkah kecil, dari kepedulian yang nyata.
Di Jalan Pangeran Kuning, hari itu, Sintang tidak hanya diperbaiki. Ia dirawat oleh orang-orang yang peduli. (*)






