Kelam Permai – Upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus diperkuat melalui edukasi kepada masyarakat. Tim Edukasi Lemdiklat Polri bersama jajaran Polsek Kelam Permai menggelar sosialisasi dan edukasi mengenai pencegahan serta dampak Karhutla kepada masyarakat Kecamatan Kelam Permai, Minggu (30/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ERES Cafe, Jalan Sintang–Putussibau, Desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai, mulai pukul 14.00 WIB tersebut dihadiri Ketua Tim Edukasi Lemdiklat Polri beserta jajaran, Camat Kelam Permai Rita Fransiska, Kapolsek Kelam Permai IPTU Atep Permana Efendi, Danramil Kelam Permai Kapten Inf. Anwari Hadi, perwakilan perusahaan, kepala desa se-Kecamatan Kelam Permai, serta tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat.
Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai bahaya serta dampak Karhutla, baik terhadap lingkungan, kesehatan, maupun aktivitas sosial dan ekonomi.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Edukasi Lemdiklat Polri memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan Karhutla sejak dini. Masyarakat juga didorong untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi maupun kejadian kebakaran.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah preventif dan preemtif Polri dalam menghadapi ancaman Karhutla. Edukasi secara langsung dinilai penting untuk membangun kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat komunikasi dan sinergi antara Polri, pemerintah, masyarakat, TNI, serta pihak perusahaan.
Selain memberikan edukasi, kegiatan tersebut juga mendorong peningkatan koordinasi lintas sektor, khususnya di wilayah yang memiliki lahan pertanian, perkebunan maupun kawasan yang berpotensi mengalami kebakaran.
Jajaran Polsek Kelam Permai bersama Bhabinkamtibmas juga diharapkan terus meningkatkan kegiatan sambang dan sosialisasi kepada masyarakat. Patroli terpadu dengan melibatkan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI, perusahaan dan masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat deteksi dini.
Koordinasi dengan pihak perusahaan juga terus diperkuat, terutama pada wilayah yang berbatasan langsung dengan lahan masyarakat, sehingga apabila terjadi kebakaran dapat segera dilakukan penanganan dan mencegah api merembet ke area lainnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat dan pencegahan Karhutla dapat dilakukan secara bersama-sama, sehingga potensi kebakaran dapat diminimalkan sejak dini.






