Sintang — Dibalik lengangnya lalu lintas laporan, layanan Call Center 110 Polres Sintang membuktikan bahwa kesiapsiagaan tak pernah mengenal sepi. Hanya satu panggilan masuk dalam rentang 12 jam piket, Selasa 24/3, namun dari satu suara itulah respons cepat aparat kepolisian diuji dan dijawab dengan tindakan nyata.
Sejak pukul 08.00 hingga 20.00 WIB, dua personel, Aipda Supardi dan Briptu Hermes, berjaga penuh di balik saluran darurat 110. Data mencatat, dari satu panggilan yang masuk, tidak ada satu pun yang terabaikan. Tanpa miss call, tanpa kelengahan sebuah catatan sunyi namun penuh makna.
Panggilan itu datang pada pukul 10.39 WIB. Seorang perempuan berinisial GTW melapor dari sebuah penginapan di kawasan Sungai Ukoi, Kecamatan Sungai Tebelian. Dalam kondisi membutuhkan pertolongan medis, ia memohon pengawalan polisi untuk segera dibawa ke rumah sakit.
Tanpa menunggu waktu lama, operator 110 langsung berkoordinasi dengan unit terkait. Instruksi bergerak cepat diteruskan ke Polsek Sungai Tebelian.
Hanya berselang empat menit, tepat pukul 10.43 WIB, dua personel Aipda Ilham Hadi dan Briptu Topani Simatupang tiba di lokasi menggunakan ambulans milik Polsek. Dengan sigap, korban dievakuasi dan dilarikan menuju RSUD Ade M. Djoen Sintang.
Di ruang perawatan, GTW akhirnya mendapatkan penanganan medis. Polisi memastikan korban berada dalam kondisi aman sebelum meninggalkan lokasi, tepat setelah pihak keluarga tiba.
Kapolres Sintang, AKBP Sanny Handityo, menegaskan bahwa layanan 110 merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat.
“Meski hanya satu panggilan yang masuk, kami tetap memberikan respons maksimal. Setiap laporan dari masyarakat adalah prioritas yang harus ditangani dengan cepat, tepat, dan humanis,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kesiapsiagaan personel akan terus dijaga selama 24 jam guna memastikan masyarakat mendapatkan rasa aman dan pelayanan terbaik.
Peristiwa ini mungkin hanya tercatat sebagai “satu laporan” dalam statistik harian. Namun di balik angka itu, tersimpan kisah tentang kecepatan, koordinasi, dan kepedulian aparat dalam menjawab kebutuhan darurat masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap aman dan kondusif. Satu panggilan, satu aksi, satu nyawa tertolong menjadi bukti bahwa layanan 110 bukan sekadar nomor, melainkan denyut respons kemanusiaan yang selalu siaga.






