22.5 C
Sintang
Jumat, 9 Januari 2026

Polsek Sepauk Tinjau Banjir di 4 Desa Akibat Curah Hujan Tinggi

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, wilayah Kecamatan Sepauk masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang dalam beberapa waktu ke depan, sehingga risiko terjadinya luapan air dan banjir kembali tetap ada.

Baca juga

Sepauk – Polsek Sepauk melakukan monitoring terhadap peristiwa banjir yang melanda empat desa di wilayah hukum Polsek Sepauk, Kabupaten Sintang, akibat tingginya curah hujan, Kamis (8/1/2026).

Informasi diterima sekitar pukul 09.12 WIB terkait terjadinya banjir di Desa Sungai Segak, Desa Temawang Bulai, Desa Nanga Pari, dan Desa Bernayau.

Keempat desa tersebut berada di wilayah hulu Kecamatan Sepauk, sekitar 50 kilometer dari pusat kecamatan, dengan kondisi akses dan jaringan komunikasi yang terbatas.

Banjir mulai terjadi sekitar pukul 06.00 WIB dan berangsur surut pada pukul 09.00 WIB. Hingga pukul 10.00 WIB, air dilaporkan telah surut. Namun, jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, potensi banjir susulan masih bisa terjadi.

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, wilayah Kecamatan Sepauk masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang dalam beberapa waktu ke depan, sehingga risiko terjadinya luapan air dan banjir kembali tetap ada.

Putusnya tiga jembatan kayu di Desa Sungai Segak akibat banjir juga diperkirakan akan menghambat aktivitas masyarakat, terutama dalam mobilitas dan distribusi kebutuhan sehari-hari.

Sebagai langkah penanganan, Polsek Sepauk berkoordinasi dengan Forkopimcam Kecamatan Sepauk dan langsung bergerak menuju lokasi terdampak pada pukul 11.00 WIB.

Rombongan tiba di Dusun Tuntun Palah, Desa Nanga Pari, sekitar pukul 14.40 WIB untuk melakukan pengecekan dan monitoring situasi di lapangan.

Selain itu, Forkopimcam Kecamatan Sepauk dijadwalkan menggelar rapat koordinasi bersama pihak terkait pada Jumat (9/1/2026) pukul 08.30 WIB di Kantor Camat Sepauk guna membahas langkah penanganan pascabanjir dan antisipasi dampak lanjutan.

Kapolsek Sepauk IPTU Abdul Hadi mengatakan bahwa meskipun banjir telah surut, masyarakat diminta tidak lengah terhadap potensi bencana susulan.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah hulu Kecamatan Sepauk, agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat berdasarkan prakiraan cuaca BMKG masih terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang. Jika terjadi peningkatan debit air secara tiba-tiba, segera laporkan kepada aparat setempat,” ujar Abdul Hadi.

Ia menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Forkopimcam dan instansi terkait untuk melakukan langkah antisipasi dan penanganan.

“Polsek Sepauk bersama Forkopimcam telah turun langsung ke lokasi terdampak untuk monitoring situasi dan akan menggelar rapat koordinasi guna menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk perbaikan jembatan kayu yang hanyut serta pemulihan akses masyarakat,” tambahnya.

Dari laporan sementara, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, banjir mengakibatkan tiga jembatan kayu di Desa Sungai Segak hanyut terbawa arus. Sementara itu, kerugian harta benda masyarakat masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.

Kapolsek Sepauk mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan banjir, untuk tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila terjadi peningkatan debit air atau kondisi darurat lainnya.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Berita Terbaru

Polri Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir Bandang di Gurun Laweh

Padang — Kepolisian Negara Republik Indonesia terus menunjukkan kepedulian kepada masyarakat yang terdampak bencana alam. Pada Jumat, (9/1), Polri...
spot_img

Berita Serupa

spot_img